Skip to main content

Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti

Penyebab DBD adalah virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti adalah sebagai berikut:
Ukuran dan warna nyamuk Aedes Aegipty kerap berbeda antar populasi, tergantung pada kondisi lingkungan atau nutrisi. Nyamuk jantan dan betina tidak memiliki perbedaan ukuran. Nyamuk jantan pada umumnya lebih kecil daripada nyamuk betina. Nyamuk jantan punya rambut tebal pada antenanya.
Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti
Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti 

Ciri -Ciri Nyamuk Aedes Aegipty dewasa berukuran besar dan tubuhnya hitam kecokelatan. Tubuh dan tungkainya ditutupi sisik bergaris putih keperakan. Ciri spesies ini adalah di bagian punggungnya tampak dua garis melengkung vertikal di bagian kiri dan kanan. Sisik di tubuh nyamuk pada umumnya mudah rontok atau terlepas sehingga menyulitkan orang untuk melakukan identifikasi pada nyamuk-nyamuk tua.
Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti
Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti 

Aedes Aegipty bersifat diurnal atau aktif pada pagi-siang hari. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk betina karena hanya nyamuk betina menghisap darah. Nyamuk betina menghisap darah untuk memperoleh asupan protein yang diperlukan untuk memproduksi telur. Sedangkan nyamuk jantan tidak membutuhkan darah. Nyamuk jantan sendiri memperoleh energi dari nektar bunga atau tumbuhan.

Nyamuk mempunyai infeksi virus yang terdapat di dalam tubuhnya, yang dapat mengakibatkan perubahan yang mengarah kepada peningkatan kompetensi vektor, yaitu kemampuan nyamuk menyebarkan virus. Infeksi virus dapat mengakibatkan nyamuk kurang andal dalam menghisap darah. Berulang kali nyamuk menusukkan proboscis (belalai)-nya, namun tidak berhasil menghisap darah, sehingga nyamuk berpindah dari satu orang ke orang lain. Akibatnya, risiko penularan virus semakin besar.

Penyebaran nyamuk Aedes Aegypti ini lebih banyak pada tempat-tempat yang gelap dan benda berwarna hitam. Pada umumnya habitat nyamuk Aedes Aegipty adalah lingkungan perumahan, di mana terdapat banyak genangan air, baik di dalam bak mandi maupun tempayan. Oleh karena itu, jenis ini bersifat urban. Bertolak belakang dengan albopictus atau jentik nyamuk lainnya yang cenderung berada di daerah hutan.

Nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak dengan cara meletakkan telur pada permukaan air secara individual. Telur itu berbentuk elips berwarna hitam dan terpisah satu dengan yang lain. Telur menetas dalam 1-2 hari dan menjadi larva. Terdapat empat tahapan dalam perkembangan larva yang disebut instar. Perkembangan dari instar 1 ke instar 4 memerlukan waktu sekitar 5 hari. Pada instar ke-4, larva berubah menjadi pupa, dimana larva memasuki masa dorman. Pupa bertahan selama dua hari sebelum akhirnya menjadi nyamuk dewasa.
Perkembang Biakan Nyamuk Aedes Aegypti
Perkembang Biakan Nyamuk Aedes Aegypti
(Klik untuk perbesar)

Comments

Unknown said…
Nyamuk Aedes Aegypti memang sangat berbahaya, oleh karena itu bersihkan pekarangan rumah supaya nyamuk tdk ada tempat utk berkembang, terimakasih mas infonya sudah mau berbagi

Salam dari kami: Cara Menaikkan Trombosit
Unknown said…
Nyamuk Aedes Aegypti memang sangat berbahaya, oleh karena itu bersihkan pekarangan rumah supaya nyamuk tdk ada tempat utk berkembang, terimakasih mas infonya sudah mau berbagi

Salam dari kami: Cara Menaikkan Trombosit

Popular posts from this blog

Obat Penurun Kadar Kolesterol Alami

Mungkin kini Anda sedang dipusingkan dengan tingginya kadar kolesterol dalam darah. Untuk mengatasinya, coba konsumsi bahan alami yang terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dengan cepat, yaitu plant stanol ester (PSE).  Gaya hidup dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari berperan penting dalam memengaruhi kadar kolesterol darah. Semakin baik kebiasaan dan kualitas makanan Anda sehari-hari, tentu makin terjaga pula keseimbangan kolesterol dan kesehatan secara keseluruhan. Diketahui, kadar kolesterol dalam tubuh yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Penyakit yang paling sering ditemui akibat kolesterol tinggi adalah penyakit jantung, hipertensi, dan stroke. Dan, harus dicatat, kolesterol tinggi tidak hanya dialami seseorang yang menderita kelebihan berat badan. Walaupun dengan berat badan normal, bisa saja mempunyai kadar kolesterol yang tinggi. Sebenarnya, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membentuk dinding sel, membuat hormon dan vitamin D. Salah satu jenis...

Tanya Jawab Tentang Anak

SEMAKIN besar, ada saja ulah anak yang bikin Moms kagum sekaligus kalang kabut. Tak jarang Moms berucap, “Wow, anakku hebat!”, kali lain “Aduh, wajar nggak sih ini? atau “Kenapa begini... terus harus bagaimana dong?”. Nah, segala pertanyaan soal tumbuh kembang si 1 – 2 tahun yang Moms lemparkan ke redaksi, telah dijawab secara khusus oleh dr. Mas Wishnuwardhana Widjanarko, SpA, M.Si. Med, Dokter Spesialis Anak dari RS Hermina Grand Wisata dan Global Awal Bros Hospital, Bekasi. Yuk, temukan jawabannya! T : Dok, hingga kini anak saya (24 bulan) belum bisa berhenti mengisap jempolnya. Ritual itu dilakukannya pada saat tidur. Biasanya, dia berganti jempol, entah itu jempol kanan atau kiri. Untuk menghilangkan kebiasaan itu, saya mengolesi jempolnya dengan tanaman pahit. Tapi, dia malah ngamuk dan susah tidur. Dok, bagaimana mengatasinya? J : Ibu, coba alihkan perhatian si anak. Misalnya, sebelum tidur, ajaklah dia bermain atau mendongeng.Tapi, kalau cara itu belum ampuh j...

Dementia Alzheimer, Penyakit Gangguan Ingatan Paling Ditakuti

Dementia alzheimer memiliki gejala umum penderita mengalami gangguan daya ingat ringan yang kemudian menjadi gangguan multiple kognitif yang lebih kompleks. Psikiater dari Rumah Sakit Omni Internasional, Alam Sutera Tangerang, dr Andri SpKJ mengatakan, dementia alzheimer adalah salah satu jenis demensia yang ditandai dengan penurunan dari fungsi memori. "Kesulitan penderita adalah belajar informasi baru dan memanggil informasi yang dipelajari sebelumnya," ucap Andri yang juga Penanggung Jawab Klinik Psikosomatik. Andri menuturkan, penurunan secara nyata juga terjadi pada fungsi intelektual (gangguan bahasa, gangguan melakukan aktivitas motorik, kesulitan dalam mengenal benda, gangguan dalam fungsi eksekutif seperti merencanakan, mengorganisasi, pengabstrakan, dan merangkai tindakan). Keadaan ini mengganggu fungsi pribadi dan sosial individu itu.