Skip to main content

7 Tips Tidur Nyenyak

KEBUTUHAN manusia yang paling penting setelah melakukan aktivitas seharian adalah dengan tidur yang cukup. Pemulihan kondisi tubuh menjadi alasan utama pentingnya tidur bagi seseorang. Namun, tidak jarang orang mengalami gangguan tidur atau susah tidur. Bahkan, hal terburuk yang terjadi adalah menderita insomnia.

Berbagai sebab, mulai dari pikiran yang mengganggu hingga kebiasaan yang telah kita jalani membuat beberapa orang susah untuk memejamkan mata. Seperti dilansir Ambiencr.com, Jumat (14/12/2007), ada beberapa tips supaya Anda dapat tidur nyenyak dan sehat saat istirahat.

Di bawah ini tujuh tips sederhana yang mungkin membantu Anda mempunyai tidur malam yang berkualitas.

1. Biasakan tidur dan bangun dengan teratur

Kebanyakan orang mengalami gangguan tidur, karena kebiasaan atau pola tidur yang tidak beraturan. Tidak teraturnya jadwal tidur tentu akan berpengaruh pada kualitas tidur Anda. Ritme tidur yang tidak teratur akan membuat gejala susah tidur Anda semakin terbuka. Nah, mulai sekarang Anda harus membiasakan diri untuk memiliki jam tidur dan bangun yang teratur.



2. Hindari konsumsi kafein pada malam hari

Kafein terkandung dalam teh, kopi, dan coklat. Kafein merupakan perangsang bagi sistem tubuh yang akan membuat Anda selalu terjaga. Oleh karena itu, untuk mendapatkan tidur yang baik dan tepat waktu sebaiknya Anda hindari minum kopi pada malam hari.


3. Perhatikan pola makan

Mengkonsumsi makanan berat sebelum tidur dapat membuat malam hari Anda tidak nyaman. Selain itu, terlalu banyak minum juga akan membuat Anda semakin mudah pergi ke kamar mandi. Namun jika Anda merasa lapar, lebih baik Anda mengonsumsi makanan ringan yang sehat. Hal itu tentu akan lebih membantu Anda tidur nyenyak.


4. Lakukan olahraga rutin

Biasakan Anda melakukan olahraga kurang lebih tiga jam di waktu pagi atau siang hari. Selain membuat tubuh Anda sehat, juga akan membuat tidur Anda lebih baik dan nyenyak.


5. Lakukan relaksasi rutin saat jam tidur

Berbagai relaksasi sebagai pengantar tidur Anda akan memudahkan Anda tertidur. Berbagai aktivitas seperti membaca buku ataupun mendengarkan musik dapat menjadi hal termudah sebagai pengantar tidur Anda. Selain itu, situasi kamar baik dari kerapian, ketenangan, pencahayaan yang cukup, busana tidur yang lembut, dan suhu juga sangat memengaruhi kuantitas maupun kualitas tidur Anda.


6. Segera keluar kamar tidur saat Anda bangun

Terkadang orang yang sudah terjaga dari tidur akan kembali tertidur jika masih berkutat di dalam kamar. Perasaan malas tentu bisa menjadi bumerang bagi Anda, sehingga tak jarang membuat Anda kembali tertidur. Hal itu akan berakhir buruk jika Anda harus dihadapkan pada deadline waktu yang ada.


7. Bicarakan kondisi Anda dengan dokter atau ahli

Anda yang memiliki masalah dengan tidur Anda, sebaiknya segera melakukan diskusi atau konsultasi pada dokter atau ahli yang berkompeten. Hal ini sangat diperlukan untuk membantu menganalisa penyebab Anda mengalami gangguan tidur. Ingat, gangguan kecil pada tidur Anda dapat berujung buruk bagi kesehatan Anda selanjutnya.

Nah, bagi Anda yang merasa mengalami gangguan tidur sekecil apapun harus lebih berhati-hati. Jangan sampai Anda mengganggap remeh gejala gangguan tidur yang Anda alami. Tak jarang orang yang mengalami gejala awal susah tidur harus berakhir menjadi penderita insomnia.


(tty)
Sumber: www.lifestyle.okezone.com

Comments

Popular posts from this blog

Obat Penurun Kadar Kolesterol Alami

Mungkin kini Anda sedang dipusingkan dengan tingginya kadar kolesterol dalam darah. Untuk mengatasinya, coba konsumsi bahan alami yang terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dengan cepat, yaitu plant stanol ester (PSE).  Gaya hidup dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari berperan penting dalam memengaruhi kadar kolesterol darah. Semakin baik kebiasaan dan kualitas makanan Anda sehari-hari, tentu makin terjaga pula keseimbangan kolesterol dan kesehatan secara keseluruhan. Diketahui, kadar kolesterol dalam tubuh yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Penyakit yang paling sering ditemui akibat kolesterol tinggi adalah penyakit jantung, hipertensi, dan stroke. Dan, harus dicatat, kolesterol tinggi tidak hanya dialami seseorang yang menderita kelebihan berat badan. Walaupun dengan berat badan normal, bisa saja mempunyai kadar kolesterol yang tinggi. Sebenarnya, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membentuk dinding sel, membuat hormon dan vitamin D. Salah satu jenis...

Tanya Jawab Tentang Anak

SEMAKIN besar, ada saja ulah anak yang bikin Moms kagum sekaligus kalang kabut. Tak jarang Moms berucap, “Wow, anakku hebat!”, kali lain “Aduh, wajar nggak sih ini? atau “Kenapa begini... terus harus bagaimana dong?”. Nah, segala pertanyaan soal tumbuh kembang si 1 – 2 tahun yang Moms lemparkan ke redaksi, telah dijawab secara khusus oleh dr. Mas Wishnuwardhana Widjanarko, SpA, M.Si. Med, Dokter Spesialis Anak dari RS Hermina Grand Wisata dan Global Awal Bros Hospital, Bekasi. Yuk, temukan jawabannya! T : Dok, hingga kini anak saya (24 bulan) belum bisa berhenti mengisap jempolnya. Ritual itu dilakukannya pada saat tidur. Biasanya, dia berganti jempol, entah itu jempol kanan atau kiri. Untuk menghilangkan kebiasaan itu, saya mengolesi jempolnya dengan tanaman pahit. Tapi, dia malah ngamuk dan susah tidur. Dok, bagaimana mengatasinya? J : Ibu, coba alihkan perhatian si anak. Misalnya, sebelum tidur, ajaklah dia bermain atau mendongeng.Tapi, kalau cara itu belum ampuh j...

Dementia Alzheimer, Penyakit Gangguan Ingatan Paling Ditakuti

Dementia alzheimer memiliki gejala umum penderita mengalami gangguan daya ingat ringan yang kemudian menjadi gangguan multiple kognitif yang lebih kompleks. Psikiater dari Rumah Sakit Omni Internasional, Alam Sutera Tangerang, dr Andri SpKJ mengatakan, dementia alzheimer adalah salah satu jenis demensia yang ditandai dengan penurunan dari fungsi memori. "Kesulitan penderita adalah belajar informasi baru dan memanggil informasi yang dipelajari sebelumnya," ucap Andri yang juga Penanggung Jawab Klinik Psikosomatik. Andri menuturkan, penurunan secara nyata juga terjadi pada fungsi intelektual (gangguan bahasa, gangguan melakukan aktivitas motorik, kesulitan dalam mengenal benda, gangguan dalam fungsi eksekutif seperti merencanakan, mengorganisasi, pengabstrakan, dan merangkai tindakan). Keadaan ini mengganggu fungsi pribadi dan sosial individu itu.