Skip to main content

6 Kiat Meringankan Stres di Kantor

STRES baik untuk kesehatan karena stres, mendorong seseorang untuk berkompetisi (tentunya kompetisi sehat) dan lebih mawas diri. Kalau kadar stres sudah melebihi kemampuan Anda, lepaskan dengan cara yang benar.

Tampaknya, tidak mungkin menemukan waktu untuk menghilangkan stres di tempat kerja, tapi beberapa menit yang Anda sisihkan secara dramatis dapat meningkatkan produktivitas, kebahagiaan, dan kesehatan Anda. Berikut kiatnya, seperti dilansir Ehow.

Ambil napas dalam
Saat menarik napas, tulang rusuk dan perut Anda bisa berkembang, sehingga Anda akan lebih rileks. Buanglah napas secara perlahan.



Pindah tempat
Carilah suasana baru di tempat yang baru. Pergilah menjauh dari kursi kerja Anda, meski hanya untuk berjalan mengambil air minum. Aktivitas ini dapat membantu Anda menyegarkan pikiran hingga bisa kembali fokus pada tugas.

Tertawa
Bacalah salah satu buku lelucon favorit Anda atau tertawalah untuk meluapkan ketegangan.

Bermain
Anda bisa bermain dengan jenis permainan yang bisa melepaskan kepenatan pikiran, seperti mini-ring basket di sela waktu bekerja. Demi pikiran segar, Anda bisa membeli lalu memasangnya di ruangan kerja.

Rileks
Tutup mata Anda dan dengarkan musik yang menenangkan.

Berimajinasi
Visualisasikan diri Anda bersantai di tempat liburan favorit atau menyelesaikan presentasi besar dengan mudah.



(ftr)
Sumber: www.lifestyle.okezone.com

Comments

Popular posts from this blog

Obat Penurun Kadar Kolesterol Alami

Mungkin kini Anda sedang dipusingkan dengan tingginya kadar kolesterol dalam darah. Untuk mengatasinya, coba konsumsi bahan alami yang terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dengan cepat, yaitu plant stanol ester (PSE).  Gaya hidup dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari berperan penting dalam memengaruhi kadar kolesterol darah. Semakin baik kebiasaan dan kualitas makanan Anda sehari-hari, tentu makin terjaga pula keseimbangan kolesterol dan kesehatan secara keseluruhan. Diketahui, kadar kolesterol dalam tubuh yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Penyakit yang paling sering ditemui akibat kolesterol tinggi adalah penyakit jantung, hipertensi, dan stroke. Dan, harus dicatat, kolesterol tinggi tidak hanya dialami seseorang yang menderita kelebihan berat badan. Walaupun dengan berat badan normal, bisa saja mempunyai kadar kolesterol yang tinggi. Sebenarnya, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membentuk dinding sel, membuat hormon dan vitamin D. Salah satu jenis...

Tanya Jawab Tentang Anak

SEMAKIN besar, ada saja ulah anak yang bikin Moms kagum sekaligus kalang kabut. Tak jarang Moms berucap, “Wow, anakku hebat!”, kali lain “Aduh, wajar nggak sih ini? atau “Kenapa begini... terus harus bagaimana dong?”. Nah, segala pertanyaan soal tumbuh kembang si 1 – 2 tahun yang Moms lemparkan ke redaksi, telah dijawab secara khusus oleh dr. Mas Wishnuwardhana Widjanarko, SpA, M.Si. Med, Dokter Spesialis Anak dari RS Hermina Grand Wisata dan Global Awal Bros Hospital, Bekasi. Yuk, temukan jawabannya! T : Dok, hingga kini anak saya (24 bulan) belum bisa berhenti mengisap jempolnya. Ritual itu dilakukannya pada saat tidur. Biasanya, dia berganti jempol, entah itu jempol kanan atau kiri. Untuk menghilangkan kebiasaan itu, saya mengolesi jempolnya dengan tanaman pahit. Tapi, dia malah ngamuk dan susah tidur. Dok, bagaimana mengatasinya? J : Ibu, coba alihkan perhatian si anak. Misalnya, sebelum tidur, ajaklah dia bermain atau mendongeng.Tapi, kalau cara itu belum ampuh j...

Dementia Alzheimer, Penyakit Gangguan Ingatan Paling Ditakuti

Dementia alzheimer memiliki gejala umum penderita mengalami gangguan daya ingat ringan yang kemudian menjadi gangguan multiple kognitif yang lebih kompleks. Psikiater dari Rumah Sakit Omni Internasional, Alam Sutera Tangerang, dr Andri SpKJ mengatakan, dementia alzheimer adalah salah satu jenis demensia yang ditandai dengan penurunan dari fungsi memori. "Kesulitan penderita adalah belajar informasi baru dan memanggil informasi yang dipelajari sebelumnya," ucap Andri yang juga Penanggung Jawab Klinik Psikosomatik. Andri menuturkan, penurunan secara nyata juga terjadi pada fungsi intelektual (gangguan bahasa, gangguan melakukan aktivitas motorik, kesulitan dalam mengenal benda, gangguan dalam fungsi eksekutif seperti merencanakan, mengorganisasi, pengabstrakan, dan merangkai tindakan). Keadaan ini mengganggu fungsi pribadi dan sosial individu itu.